Skip to main content

perawat berhati malaikat

kalau kemarin aku menemukan dokter yang baik hati, hari ini aku bertemu dengan perawat berhati malaikat.

di bangsal kami kedatangan pasien tanpa nama, korban tabrak lari.. di status pasien tertulis diagnosa "skinzofrenia" ..

"dek kamu mau nemenin aku ke pasien rak?" katanya hari ini.. dia memintaku untuk menemaninya memberikan makan pasien itu. pasien itu tidak ada penunggunya, lumpuh dan tidak bisa berbicara dengan jelas.

sesampainya di kamar pasien, aku seolah ditunjukan Tuhan, bagaimana perawat sesungguhnya..

aku melihat usaha dari perawat itu untuk memberi makan pasien, menggantikan baju, dan menggantikan sprai yang sudah kotor karena tumpahan makanan si bapak x.

sebenernya bisa saja si perawat hanya menyuruhku.. tapi kita melakukan hal ini bersama-sama..

dan setelah kita ke pasien, aku melihat betul perawat ini sangat memikirkan keadaan pasien... tentang ke depannya untuk pasien.. begini begitu dengan segala risiko yang ada..

ah.. tak banyak yang seperti itu kawan :)

semoga perawat itu selalu diberi kemudahan dan kelancaran oleh Allah.. amiin :)

anyway mungkin bagi kalian itu hal sepele ya.. :) let me tell you, di rs ini udah ada sih yang bertugas khusus untuk mengganti sprei atau baju pasien.. dan bukan tugas nya perawat.. tetapi ketika ada perawat yang mau melakukan pekerjaan itu dengan senang hati dan menyadari itu adalah kebutuhan pasien, itu menjadi hal yang tidak biasa buat saya.... :)

_ditulis oleh irsa yang akan memulai malamnya_

Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...