Skip to main content

Dear Panda

I do love you.

aku peluk kamu disaat aku seneng .. disaat aku sedih..
walo sebulan terakhir lebih banyak sedihnya. hehe
kamu sampe dekil.. kotor.. karena keseringan aku pegang, aku peluk buat bobo..
apalagi akhir-akhir ini pas aku sakit.. kamu setia banget sama aku.. :)

tapi aku gini terus mau sampe kapan, panda ??
bukannya aku enggak seneng, kamu selalu dikamarku..
di sudut kasur dengan lucunya...
bukan.. bukan gitu...
tapi ya maksud aku, aku harus bergerak ke depan juga kan ??
aku enggak mau hidup di hari kemarin :)

pasti kamar aku beda nanti kalau kamu udah enggak disini
pasti aku bakal kangen kamu juga..
tapi ukuran kamu terlalu besar untuk aku simpan rapat2..
kamu terlalu nyata untuk aku abaikan...

i do love you...
tapi untuk sementara ini, enggak apa kan kamu tinggal jauh dari aku... ? :')


iya, akan kupastikan aku enggak akan nerima kado boneka lagi. 
akan aku pastikan orang-orang terdekat aku tau kalo aku enggak suka boneka...

karena selain biar kamu aja yang aku punya, ya emang telalu menyakitkan sih kalo keadaannya udah beda :')

kita jauhan bentar gapapa yaaa??
karena aku hidup di hari ini, karena aku harus juga bahagia......
karena aku punya hak juga kan ??


aku sayang kamu..
tapi aku juga sayang diri aku... aku harus bahagia juga... :)

jadi kalo jalan satu-satunya "mengungsikan kamu" dengan jarak yang cukup jauh hingga enggak mudah buat aku sering-sering inget kamu, meluk kamu, inget bagaimana aku dapetin kamu...

jadi aku enggak bakal sering-sering sedih juga ya.. gitu sih harusnya.. hehehehe...


panda.. maafin aku ya.. :')

karena menyimpan kamu terlalu menyakitkan... 
memori itu harus ilang pelan-pelan kalau aku mau bergerak maju...
dan kamu bagian dari memori itu...

ternyata aku salah ya... salah bagi anak perempuan untuk punya boneka.. hehehe


but once again, I do love you :') "* {()}

we will meet soon ! i will hug you, kiss you soon!!

akan aku pastikan aku bersinar lagi, akan aku pastikan aku jauh lebih bersemangat lagi, akan aku pastikan aku memacu diri aku lebih keras lagi.....

hingga aku akan benar-benar bersinar lagi........

pelan-pelan tapi pasti, aku akan bergerak maju. meninggalkan semua yang dibelakang...

I will do it,.. :)


:)



Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...