Skip to main content

masih punya hak ??

kutau kau berharap dalam doamu , kutau kau berjaga dalam langkahku , kutau selalu cinta dalam senyummu, oh tuhan kau kupinta, bahagiakan mereka sepertiku

apa lo ada hak buat ngeluh buat capek, buat ngantuk, buat males2an, ?
sedangkan dijauh sana ada dua orang yang lagi mati-matian buat nyekolahin lo dan adek lo
ada seorang lelaki yang usianya hampir 80 tahun masih berlayar buat bayar spp lo
ada seorang wanita yang disetiap sepertiga malamnya selalu menyebutkan nama lo, yang lagi sendirian... jauh dari anaknya...


apa lo masih ada hak ??
setelah selama ini, lo masih belum bisa membanggakan mereka.. ??




***

makanya.. jangan pernah merasa lelah ya alin sayang
karena dua orang itu tidak pernah lelah dalam memperjuangkan kamu..


kamu serius mau kesana kan?? hatimu masih menginginkannya kan ??
kamu pengen banggain mama papa kamu kan ??

yaudah jangan sakit. :')



you ma be tired. you may feel so sleepy.. but dont stop.. just keep walking ! :")


yaAllah.. mudahkanlah hamba... berilah jalan yang indah untuk hamba kesana...

amiin yaRabb..




sedang mengerjakan laporan gerontik
bukit agung
23:23

Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...