Skip to main content

janji liberty

sebelumnya aku mau ucapkan selamat kepadamu, sahabat..

kau lolos hingga tahap itu :)


aku bangga... kamu bisa sampai sejauh ini...
aku bangga... kamu bisa melewati semua ini...

kau hebat !!

sobat..
selangkah lagi.. kamu menuju NEGARA ITU..
selangkah lagi... kamu mendapati patung liberty itu DI HADAPANMU..

kini,,,

bisa kah kau..
sekali ini.. hapus pikiran-pikiran negtaifmu
HAPUS KERAGUANMU

hanya FIKIRKAN BAHWA KAU BISA
hanya FIKIRKAN BAHWA KAU MAMPU !!!

Karena sesungguhnya

kamu adalah HEBAT
kamu adalah LUAR BIASA

:)


ingat janjimu kepadaku malam itu...


janji bunga sakura dan patung liberty,,,,



ingatkah jabatan tangan kita malam itu... ???


harus kau ingat selalu sobat... !



sobat...

aku percaya kemampuanmu...


lantas apa yang membuat mu meragu atas kemampuan yang kau miliki sendiri??


sayang :')


berjuanglah lebih keras lagi kali ini... berjuanglah untuk mimpimu


Berjuanglah untuk Patung Liberty itu


berjuanglah demi senyum dua orang yang selalu menanti keberhasilanmu
yang berusaha melakukan semua untuk kebahagiaanmu..

ingat lah itu dan bawa kedalam hatimu


dan lakukan yang terbaik:')




teruntuk sahabat jelekku :

Selly Hning Pangastuti :')


i love you my besties :')





Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...