Skip to main content

aku, kamu dan profesi kita

well.. sebenernya agak sensitif apabila membicarakan hal ini..
entahlah mungkin ini hanya perasaan ku dan sebagian teman-temanku
ataukah mungkin juga kamu dan sebagian teman-temanmu merasakan juga..

ini, sudah berlangsung sejak lama, mungkin ketika pertama aku resmi menjadi mahasiswa di universitas ini, universitas diponegoro.
kalau kata kakak kelasku.. "hal ini terjadi sudah sejak dulu".. hahaha.. ironi !

sebenernya ini hanyalah masalah simpel.


ini hanyalah masalah kesenjangan..

kesenjangan yang sangat tinggi..

antara kamu dan aku..
tidak aku perlu jelaskan detail siapa "aku" dan siapa  "kamu" di tulisan ini

jika kau cerdik, pasti kau mengerti sobat... :)

aku hanya ingin menyampaikan pesan..

bisakah kita saling menghargai satu sama lain?mengerti tugas dan peran masing-masing?dan menghapus batasan antara aku dan kamu??
ini bukan masalah siapa yang lebih hebat..!ini bukan masalah siapa yang lebih pintar.. !
ini masalah kerja sama..kerja sama untuk melakukan yang terbaik...yang terbaik untuk menghasilkan yang terbaik..
aku butuh kamudan kamu, juga butuh aku

bisakah kita saling mengerti ??
bisakaaah ??



bisakah ini semua berakhir ??? 



karena kita adalah partner abadi... 


Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...