Skip to main content

hati mau sedikit cerita

hari ini ijin melow boleh ya...
ijin nulisnya yang ga penting..
ijin untuk sedikit berbagi tentang ketidaknyamanan di hati ini
kalo mau langsung di close page ini gapapa.. itu lebih baik :)



"soal semalam.. membuat aku jadi berfikir... mengenai makna dari kejujuran...seberapa pentingkah kejujuran itu ? seberapa jauh kita harus jujur ke seorang? adakah batasan-batasan mengenai kejujuran? apakah kejujuran yang terlalu jujur itu baik ? apakah orang yang jujur itu adalah orang yang polos ??"

"ya Tuhanku...kepada Engakulah milik semua hati.. Engkaulah yang maha memutar balikan hati.. yaALLAH.. sesengguhnya hanya Engku yang tahu setiap kejujuran dimuka bumi ini.. hanya Engkau yang tahu apa yang tersimpan di balik setiap kejujuran.. yaALLAH.. jadikanlah kami hamba yang tak terbutakan oleh setiap perkataan insan manusia.. ijinkan kami selalu berucap yang jujur... yang apa adanya... yaALLAH... hanya berharap kepadaMulah yang membuat kami tetap teguh... maka biarkanlah hati ini selalu untukMu yaALLAH.. selalu jujur padaMu.. "


sehabispulangdarikampus11.44waktuIndonesiabagiansemarangdidalamkamarkos

Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...