Skip to main content

beberapa kata untuk mba Indri :):)


Wanita ini namanya Sri Hindriyastuti
Dosen PSIK FK Undip Departemen Jiwa dan Komunitas


bagi saya, wanita yang hobby mengatakan "so sweet" ini

tidak hanya sekedar dosen
beliau adalah sosok inspirator
inspirator luar biasa

yang tak hanya sekedar memberi nasihat
tetapi juga memberi contoh dengan sikap


pembimbing
penyemangat
pendorong
panutan

adalah kata-kata yang pas mewakili mba indri -begitu aku memanggilnya-

ingin menjadi hebat seperti beliau


mungkin saya hanyalah satu dibalik banyak orang yang mengaggumi mba indri


hampir dua tahun bersama 
rasanya masih dirasa cukup kurang 
untuk bisa mengambil nilai-nilai positif dari nya

kini
mba indri harus pergi untuk menempuh S2 nya

berat sekali rasanya melepas

tetapi ini semua untuk kemajuan mba indri agar lebih hebat lagi

doakan adik2mu disini mba

agar tak pernah lelah untuk mengejar mimpi-mimpi kami
doakan adik2mu agar selalu bisa menjadi hebat dan tetap rendah hati
seperti mu :)





mbak...
selamat jalan
selamat belajar....

cepat pulang ya mbak
cepat kembali
kami semua menunggu mbak dan semangat2nya mbak
untuk kembali mewarnai hari-hari kami :')

semoga ALLAH serta merta meridhoi langkah-langkah mba indri :')

Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...