Skip to main content

Hello Jakarta !

Yakk.. terhitung tanggal 21 kemarin gue udah di jakarta...
kemarin naik kereta tawang jaya yang ternyata harganya udah naik jadi 80 ribuu -.-

kasian banget mahasiswi kecil kayak guee dan dewii -,-

yaudah terus gue sampe st. bekasi di bangunin sama bapak-bapak sebelah...

terus di jatinegara gue turun, nunggu si adek sebentar...

pas adek udah dateng, doi ngajak gue tosan gitu.. -.- (emang dia jarang mau salim tangan sama gueeh)

terusan kita pulang dengan cantik ditengah pagi yang dingin.. halah !

sampe rumah langsung disambut ibuuu.. :*

eh ada buanyak makanan di rumah.. whehehe...

tapi gue cuma minum teh anget.. sama roti .. terus tiduuurr.. subuhan.. tidur lagiii...

bangun pagi di sambut oleh ketoprak deh... uih lezaaattt  :*

maklum di semarang udah kayak anak ga keurus.. apalagi soal makanan.. makanyaaa... walaupun badan keliatannya masih bulet gini,, tapi angka timbangan udah turun banget boss.. -.-

ya inilah gara-gara praktek,.... *alibi*

begitulaaahhh..

dan kini saya dengan bahagia ada dirumaaahhh


yeaaaaaaaaaaayyyyyyyyy


Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...