Skip to main content

kuat.. irsa kuaat

aku abis jaga malam yang bener-bener hectic banget.. enggak ada namanya gelar kasur... full di nurse station.....dan selesai precon jam 8 pagi.. lanjut ujian clinical assessment sampe jam 12 siang..

pulang langsung mandi, sholat dan tidurr. bangun ashar terus tidur lagi...

nggak cukup tidur, belum makan...
dan kayaknya langsung meriang.. sempet muntah2 tadi...

aku yang lagi butuh banget cerita..dan luapin semua keletihan ini bilang ke papa

si papa bilang "kalau alin sakit mereka papa tuntut!"
hehehe.. aku terharu sama papa.. ngerasa banget ngelindungin muah papa :*

dan ini aku sekarang lagi di depan laptop. ngerjain revisi.. besok smeinar... dan aku bener-bener kerja sendirian walau aku punya partner tim... kata bu mei "diniatin ibadah dan harus iklas.. biar kebaikan"

insyaAllah.. nikmati proses... irsa kuat... irsa sehattt.. irsa kudu semangaaattt !!!!!


enggak ada jalan manis menuju sukses
enggak ada jalan yang lururs-lurus aja menuju keberhasilan

inget selalu ada ALLAH yang jaga alin :")

Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...