Skip to main content

di sebuah rumah sakit jiwa

gue mau jadi dosen mental health nursing... dan disini salah satu wadah gue buat belajar

gue lagi di salah satu rumah sakit jiwa di daerah pedurungan... ini bukan pertama kali gue praktek disini.. ini udah yang kedua.. kalo kemarin di bangsal cowok, sekarang di bangsal cewek

pasien gue ada 40 orang,. dan isinya beragam.. ada yang ibu rumah tangga, mahasiswa, pekerja, pengangguran sampai orang-orang tuna wisma,

disini gue dipanggil mbak irsyah.. dan ketika gue dateng, gue pasti langsung di peluk sama beberapa pasien.. :)

kalo gue analisa, hampir penyebab utama mereka sakit adalah kurangnya pengakuan, kurangnya penghargaan. dan tidak adanya penerimaan ketika kenyataan lebih buruk dari apa yang mereka impikan..

disini gue seneng.. gue bisa ngobrol2 sama mereka,. beberapa dari mereka nyambung kok kalo diajak ngobrol.. gue suka nanya aja "mereka kenapa sampai disini?"

hmmm...

dan selama 4 hari gue praktek, hari ini berkesan dan berarti banget...


jadi ceritanya gue iseng keluar, ngecek pasien yang lagi nyuci piring berapa orang.. karena udah keluar.. gue sambil ngobrol-ngobrol deh sama mbak nya...

"seharusnya yang nyuci-nyuci kayak gini ya yang tukang bersih-bersih ya mbak.. tapi ya nggak apa apa.. saya seneng kalo nyuci piring, soalnya bisa keluar.. walo cuma lima menit berharga banget mbak.. saya seneng"

deg! gue sedih :(

situasi tadi sore bener-bener syahdu banget.. banyak angin.. langit udah mulai merah.. gue jongkok mereka cuci piring.. kita becanda becanda dan ketawa ketawa...


yaAllah.. terimakasih atas segala nikmat dan karuniamu :')


*sedang jaga sore


Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...