Skip to main content

kurang bersyukur

beberapa hari ini uring-uringan karena si printer rusak...
padahal udah nabung dari semester awal buat beli printer ini.. baru setahun lalu bisa kebeli... seneng banget punya printer... dengan tujuan "wah gamapng nih skripsian nanti.. ga perlu repot-repot ke rental prin"

eh malah disaat bener-bener dibutuhin banget ini printer ngadat.. ga mau di pake.. di bawa ke tukang service daera ngesrep katanya cartridge nya rusak yang warna dan hitamnya
dan biaya ganti cartridge lebih dari biaya gue beli itu printer...

rasanya hati ancurrr banget.. astagfirullah... "why me ?" "why now?" ... rasanya hati ancur seancur-ancurnyaa...

lemes.. gak mood ngapa-ngapain...


eh ternyata... kalo gue lebih peka.. banyak banget laptop temen2 gue yang malah rusak... ga bisa dipake.. n harus beli baru... karena kebanyakan dari mereka motherboardnya rusak...

dan juga ada beberapa temen gue yang belum boleh ngambil skripsi karena masih kurang sksnya...


astagfirullah..
ternyata hamba Mu yang nista ini yang masih kurang bersyukur,,,,

alhamdulillah.. baru printer gue yang rusak :")

 "Jika kamu bersyukur pasti akan aku tambah (nikmat-Ku) untukmu dan jika kamu kufur maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih" 

Q.S. Ibrohim (14): 7:

Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...