Skip to main content

4 Ways To Lead Yourself First and Influence Others


Believe In Yourself

If you don’t believe in yourself, you can’t lead yourself.  If you can’t lead yourself, you can’t lead others.

Believe you can make a difference. Believe you bring value every day.  Your title or position don’t matter.  Your character and integrity do.  Character and integrity influence. Character and integrity lead.

Work on being a person of character and integrity.

Have a positive attitude.  Make positive choices.  Have a dream, desire and focus.

Resist negative people.  Don’t listen.  Know you have something to contribute.

You do.  Everyone does.

Think Long-Term

We live in a society and culture that wants and expects instant gratification.   A short-term perspective is commonplace.  Don’t fall for it.  Think long term.

Have the discipline and character to delay instant gratification.  Adjust your behaviors and reach for long-term goals.  Urgent is the enemy.  Urgent reacts.  Urgent panics.

Resist urgent, short-term thinking and results.  Focus long-term in every area of your life.  True character delays short-term gratification.  It knows the wait is worth it.

Recognize Your Worth and Potential

The key is to affirm people’s worth and potential so clearly they are inspired to see it in themselves,  Stephen R. Covey.

See the worth and potential in yourself.  It’s there.

Build Trust

Transparency builds trust. Trust is the key.  Trust is the backbone and foundation of leading others.

Earn it.
Be willing to let people tell you you are wrong.
Honesty leads to transparency, transparency leads to trust.
Build trust.  Build more trust.  Keep building trust.
It’s time to lead.  Start with yourself.  Then influence others.

What else would you add to the above list to effectively lead yourself first?



copas from here

Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...