Skip to main content

catatan mahasiswa praktek keperawatan

dulu waktu kecil, aku nggak pernah sekali pun membayangkan tentang masa depanku, tentang apa yang aku kerjain, tentang baju apa yang kupakai..

dan pasti, nggak pernah terbersit satu kali pun
aku terjebak dalam seragam putih-putih ini, dengan bau khas rumah sakit, dengan alkohol, darah, jarum, dan sederet alat-alat canggih lainnya yang kini menjadi sahabat...

juga tak luput dengan dosen-dosenku yang sebenarnya.. dosen-dosen yang ngajarin aku "the way I shoud be"... yakni pasien pasiennya aku...

tanpa mereka aku nggak akan pernah ngerti cara injeksi, pasang infus, suntik IM, ambil darah, medikasi, dan hal-hal lain...

aku patut bersyukur... :):)

alhamdulillah...

bertemu dengan beragam pasien dengan segala penyakit, stroke, dm, HIV, kusta, tumor, kanker dan segala penyakit ganasnya,....

sekali lagi aku harus bersyukur.. alhamdulillah..
betapa mahal nya kesehatan dan Tuhan memberikan itu semua GRATISSS TIS  TIS.. kepada aku dan sederet orang-orang yang kucintai ...

alhamdulillah...

belajar dan terus belajar...

memahami.. mencintai.. terapeutic, caring, tersenyum, ramah, helping hand...

semua itu aku pelajari selama praktek keperawatan di rumah sakit ini...
aku sangat bersyukur menjadi mahasiswa keperawatan :):)

Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...