Skip to main content

ulat yang akan menjadi kepompong demi berubah sebagai kupu-kupu yang indah

ulat itu harus jadi kepompong dulu untuk bisa menjadi kupu-kupu yang indah...
kepompong itu mengisolasi diri selama sekian waktu demi proses perubahan untuk menjadi kupu-kupu bersayap cantik

dan saya fikir saya pada stase itu sekarang...
:)



terimakasih untuk tiap-tiap orang yang meluangkan waktunya untuk membaca kehidupan saya di blog ini..
terutama sahabat saya -selly- yang tidak pernah bosan untuk selalu membaca postingan kegalauan saya.. (you're my best !)



terimakasih untuk waktu yang berlalu
terimakasih untuk setiap tokoh dalam blog ini....
terimakasih untuk setiap pelajaran yang di dapat..
saya telah belajar dari setiap proses kehidupan :')



masa depan terlalu indah untuk kamu abaikan...
mimpi-mimpi mu sudah menanti di depan untuk kau raih..
dan Tuhan-Mu akan selalu setia membimbing jalan yang terbaik untukmu...


akan ada cerita baru di depan sana


akan ada kisah indah untuk diceritakan di ujung jalan sana...





-SI-


semarang, 28032013






Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...