Skip to main content

my dearest .. papa

papah.. alin emang bukan dokter..
alin bukan kayak kakak-kakak...
mungkin alin belum termasuk list anak-anak terbaik papa
papa ceritain semua tentang alin mungkin belum sebangga kalo papa cerita tentang kakak-kakak

pah... 
tapi nanti rumah alin adalah pelabuhan terbaik untuk papa sama mama kelak...

alin nggak nyesel pah bukan dokter..

jalan alin emang disini

dunia keperawatan.. dan alin seneng pah disini

jalan alin emang beda sama kak anis, kak eva, kak farid dan kakak-kakak alin...

ia pah.. alin emang masih biasa..

ga punya prestasi yang patut untut dibanggakan


tapi cinta alin semua untuk papa
papa bisa ambil semua...
papa bisa ambil seluruh nya pah...

alin disini untuk papa
nafas alin untuk papa
hidup alin untuk papa
alin disini berjuang untuk papa

ga ada lagi yang sayang sama papa melebihi sayangnya alin ke  papah




makasia pah...
karena papa.. alin merasa dapat keajaiban bisa merasakan indanya dunia ini
karena papa.. alin ngerasa hidup ini kesempatan termahal untuk alin...

yaAllah.. terimakasih....
kuatkan papaku selalu yaAllah,,,
panjangkan umurnya
sehatkanlah badannya





yaAllah...


hanya kepadaMu aku berpasrah dan berserah diri




Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...