Skip to main content

Resolusi 2013

saat akhir 2011 lalu, saya punya beberapa pengharapan, dan alhamdulillah Allah menjawab nya dengan
cara yang luar biasa indah... ada yang sudah dikabulkan, ada yang Allah belum mengijinan, dan saya yakin ada yang Allah tunda... :')


2013 ini saya mempunyai banyak sekali harapan, terutama tentang personal saya...
saya harap di hari esok dan seterusnya saya akan menjadi

pribadi yang lebih dewasa, pribadi yang dapat selalu "mengerti" bukan "minta untuk dimengerti"...
pribadi yang lebih dapat mengendalikan emosi, tidak terlihat marah disaat marah, tidak terlihat murung disaat sedih.. semua bisa di komunikasikan
pribadi yang dapat mengayomi orang lain untuk bisa lebih maju dan berkembang :)
pribadi yang dapat dicintai bagi sesama

aamiin ya Rabb



semoga juga dapat menjadi pemimpin yang dapat disayangi oleh teman-teman.. amiin

Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...