Skip to main content

for you....

kalo ada satu hal yang gue boleh tanya sama Tuhan..

gue mau tanya....


kenapa elo ga lahir sebagai kakak gue ?

kenapa harus gue yang lahir duluan dari rahim mama ?


gue akui....
punya elo sebagai adek, ada rasa bangga sendiri...

ada rasa bangga memperkenalkan lelaki tampan dan tangguh kayak elo...

ada  sesimpul rasa kagum di hati, dibalik berantemnya kita... dibalik selisih paham yang hampir selalu terjadi


punya elo sebagai adek...

selalu buat gue ngerasa safe 

punya orang yang bisa diandelin.. 

punya orang yang mau nganterin kemana aja..

punya temen untuk minta pendapat....




masalah kita sekarang udah bukan lagi rebutan remote TV ataupun rebutan main Play Station...

masalah kita bukan  lebih keren tsubasa atau power ranger


bukan lagi yang kayak gitu...

semua masalah semakin komplex... semua masalah makin rumit...




sebagai kakak.. harusnya gue yang ada di garda terdepan
harus nya gue yang lebih banyak berkorban...
harusnya gue yang disana....



HARUSNYA GUE !!




harusnya gue yang lebih berani menentang mereka...



harusnya gue,,,,



tapi faktanya.

elo yang disana..
elo yang 'berperang' membela hak-hak kita

elo yang disana berteriak tangguh 
elo yang lebih banyak berkorban
elo yang lebih dewasa
elo yang lebih berani


elo,,,
elo.,
elo...

gue malu sebagai orang elo panggil 'teteh'

gue ga bisa apa-apa disini..
cuma bisa nonton...


bahkan untuk memberikan bahu yang hangat aja..
gue ga yakin... apa elo merasakan kenyamanannya...


pengen rasanya... kita tuker posisi...
pengen rasanya manggil elo 'abang'
pengen rasanya jadi adik yang selalu ikut dengan manis dibelakang punggung tegap lo..


maafin gue sebagai teteh lo....

maaf..









apapun yang terjadi sekarang...

gue selalu berdoa.. untuk kesuksesan kita di masa depan....

untuk mama papa kita...

kita harus sukses san.....




gue juga mau buktiin ke elo..

gue bakal bisa jadi teteh yang bakal selalu elo banggain...


yaAllah...
semoga permasalahan kami cepat terselesaikan.....



love.kiss.hug
for my boy



terimakasih telah lahir di bumi sebagai adik dari seorang aku..

terimakasih untuk 19 tahun ini....




Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...