Skip to main content

skripsi rasa coklat keju

dengan seabrek tugas yang aku harus penuhi dikala terang hari, aku memang sengaja meluangkan waktuku dikala hari sudah benar-benar larut sehingga hanya bunyi suara anjing depan rumah yang terdengar. :)

sekarang aku baru saja menyelesaikan sepertiga dari revisiku. semalaman bersama skripsi malam ini sungguh terasa manis. ini sungguhan!

entah apa yang membuatku merasa lapang duduk begitu saja didepan laptop memperbaiki setiap coretan yang diberikan oleh dosen pembimbingku dengan indah :)

beberapa waktu aku sempat tertidur, kemudian terbangun lagi  hingga sekitar 2 kali.
Tidur diantara puing-puing lembar kertas referensi tidak kalah nyamannya dengan selimut tebal dan springbed yang biasa kugunakan.

skripsi semalam benar-benar manis. andai saja siang sedikit lebih lama datang, mungkin revisi skripsiku akan kelam semalam itu juga.

ah.. madu..

skripsiku semalam rasa coklat keju! cobalah sobat, benar-benar rasa coklat keju! :))

bismillah saja, kelapangan hati dosen pembimbingku kelak mengijinkanku langsung sidang, yah mungkin dengan sekali lagi revisi .. amin yaRabb :))




-ALFATIH-

Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...