Skip to main content

aku bersyukur menjadi "aku"

aku tidak dilahirkan dalam keadaan yang sempurna, mata ini memiliki sebuah kondisi yang disebut miopi, atau rabun jauh yang telah aku bawa sejak aku lahir ke dunia ini..

waktu SD, tempat duduk-ku selalu di roling, dari depan ke belakang, dari belakang ke depan, begitu seterusnya, waktu aku SMP pun sama..

walau aku telah menggunakan kacamata sejak kelas dua SD, tetapi kaca mata yang aku gunakan tidak sesuai dengan yang aku butuhkan, intinya walaupun aku telah menggunakan kacamata yang tebal ini, untuk beberapa keadaan aku mempunyai low vision, terutama terhadap tulisan..

alasannya sederhana, karena mata ku ini tidak kuat menggunakan kacamata yang sesuai dengan kebutuhanku, aku akan pusing. oleh karena itu selama belasan tahun ini, minus yang aku gunakan selalu lebih rendah dari yang aku butuhkan

oleh karena itu, di kelas pun aku harus lebih giat dari yang lain...

ketika waktu sekolah, aku paling benci ketika pak guru menggunakan media papan tulis untuk mengajar, aku lebih suka di dikte saja atau diterangkan secara oral... tentu saja karena aku tak dapat melihat dengan jelas..

mungkin saat itu teman-temanku heran, kenapa aku selalu fokus dengan yang lain, ketika guru mengajar.. dan setelahnya aku langsung meminjam buku catatan teman ku.. kusalin dan kupahami secara cepat..

sampai aku diperkuliahan pun, telah menjadi kebiasaan bahwa aku harus duduk paling depan.. bukan karena aku rajin atau aku semangat mendengar celotehan dosen.. bukan karena itu....

lagi-lagi karena aku tak dapat melihat dengan jelas bila duduk di bagian belakang, aku hanya duduk di belakang ketika ada beberapa kondisi.. yaitu aku datang terlambat ataupun deretan depan telah diisi

padahal deretan kursi terdepan adalah daerah yang akan sangat dingin karena AC persis bagian depan kelas...


setalah aku besar, aku baru tau bahwa kemungkinan terbesar yang menyebabkan mataku menjadi miopi adalah karena aku tidak minum ASI, karena saat itu ibu ku memiliki masalah dengan payudaranya, sehingga ibuku tidak menyusui aku..


terkadang ada sedikit perasaan sedih, apalagi kalau ada yang berkata "kalo nggak pake kacamata , kamu bisa liat nggak?"... "coba sebutin, jariku ini menunjukan angka berapa ?"

Heloo.... I am not blind...

Terkadang merasa sangat amat tersinggung dengan sikap beberapa orang yang menunjukan sikap seperti itu..


yang paling amat membuatku sedih adalah, karena kondisiku ini.. kemungkinan besar aku harus menjalani Sectio cessaria untuk melahirkan kelak, insyaALLAH.. kenapa sedih  ? tentu saja, setiap wanita ingin melahirkan secara normal, bukan ?

tapi setiap perasan sedih dan kecewa ini yang kurasa ini..

aku tau, bahwa aku masih amat sangat beruntung...

aku masih dapat membedakan terang dan gelap, warna-warna indah dan seluruh pemandangan indah di bumi ini.. mata ku juga berbentuk normal, tidak ada keanehan bentuk atau yang lain..
untuk yang terjadi di masa depan, tentu saja semua atas kehendak Allah...

dan aku tau,
aku  dengan aku sekarang adalah buatan ALLAH yang terbaik ...

maka nikmat mana yang kamu hendak ingkari ??

alhamdulillah.. :')

Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...