Skip to main content

Kalut

enggak ngerti kata apa lagi yang bisa mendeskripsikan hati gue saat ini.

singkatnya gue diminta jadi pembicara di sebuah acara dengan materi yang gue rasa 'itu' bukan ranah gue..
dan masalahnya yang minta itu salah satu orang yang gue respect banget... 

ketika beliau mengutarakan dengan blak-blakan, gue langsung kaget dan berusaha menjelaskan gue bukan orang yang tepat..

tapi dia berusaha yakinin gue kalo gue bisa ... 

alhasil gue bilang ke beliau : "yaudah bu saya insyaALLAH bisa, tapi saya nanti konsul materi ke ibu ya bu.."

mungkin gue rasa beliau salah telfon orang.. atau juga beliau salah dapet informasi tentang gue,,

yaAllah.. astagfirullah..

entahlah apa jadi nya gue nanti...

bismillah.. semoga semuanya baik-baik saja...

atas namaMu yaAllah...


:'(


*kalut


Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...