Skip to main content

Rasa takut yang masih ada?

Dear Allah..
Aku percaya takdirMu adalah sebaik-baiknya scenario

Aku sangat yakin itu yaRabb..

Termasuk kehidupan yang aku jalani sekarang..

YaRabb.. aku pasrah.. aku pasrah dengan setiap inchi kuasaMu....

Aku hanya hamba yang lemah..

Aku tidak punya apa2.. tidak memiliki apa2..

Bahkan diri inipun bukan milikikku yaRabb..

Lantas untuk apa aku merasa takut..

Kau akan ambil apa yang kau ingin ambil sekeras apapun aku menggenggamnya...

Kau akan berikan apa yang engkau ingin berikan.. sekeras apapun aku mengelaknya


Dan aku yakin.. selalu yakin.. semua kejadian ini tidak lepas dari penglihatanMu dan kehendakMu..


Semoga aku bisa lebih sabar..

Semoga aku bisa lebih yakin..

Semoga aku bisa lebih menjadi hamba yang taat kepadaMu yaRabb..

Aku tidak akan takut pada apapun.. selama aku yakin padaMu.. selama aku pasrah padaMu..

Dunia ini bukan apa2...


Irsalina
Slipi
Jakarta Barat
19092017

Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...