Skip to main content

oh so sweet october.... ya namanya juga mengejar mimpi :)

pagi-pagi udah ditemenin kopi sama jurnal-jurnal ini
apalagi yang lebih romantis ??
kalo enggak inget karena ingin mencari rezeki Allah di bumi belahan lain itu
rasa rasanya ingin tidur lagi... bobok.. haha
tapi ya inilah perjuangan..
inilah pengorbanan...

sekarang aku lagi biasain diri nih, tidur jam 10 malam, bangun jam satu
dalam sehari belar toefl 5-7 jam (maklum tahun ini kudu 550.. insyaallah.. amiin)
kudu baca jurnal, kudu bikin esai, ini, ituu

iya.. nggak lupa belajar masak dan bantuin mamah juga kok..
kan jodohku lagi otewe, bentar lagi dateng jugak .. hehe aminn

insyaAllah semua  pengorbanan akan terbayar pada saatnya
semua rasa kantuk, rasa lelah, rasa bosan dan jenuh..
semua akan di bayar lunas oleh Nya.


insyallah saya S2 di luar negeri... tahun besokkk. amin amiinn

udah yaaa...
semoga oktober 2015 ini membawa berkah untuk kita semua
yang ingin S2 di LN dimudahkan jalannya..
yang ingin menikah didekatkan jodohnyaa.
amin amiinn


byeeee

*lanjut belajaar*


Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...