Skip to main content

1 amanah gugur. 1 amanah lain pun menanti...

well.. amanah gue sebagai ketua SV 2013 sudah sampai di penghujung tahun...
ketua dan wakil untuk sv 2014 udah kepilih yakni Anggi dan Meiriza..

seneng, terharu, sedih.. campur..

seneng karena mereka yang terpilih.. gue yakin banget mereka mampu.. insyaAllah...

sedih karena harus ngelepas SV.. ini berat banget.. SV dan gue udah kayak satu ikatan batin yang saling mengikat. SV adalah gue.. gue adalah SV..  :')

terharu.. setahun ini udah berhasil kita lewati bareng-bareng... :')

banyak banget pengalaman yang gue dapetin dari SV...

kalo tiga tahun lalu gue enggak ikut oprec SV.. mungkin ceritanya udah beda lagi...

kalo gue enggak pernah di tempa sama sekelumit permasalahan SV, pasti gue akan tetap menjadi manusia yang cengeng


ah SV.. terimakasih untuk semua-muanya.....




oke lanjut fokus ke amanah-amanah lain...

Pimpinan Travel Ners Keperawatan Diponegoro University,, I am ready to cover you up.. InsyaAllah..
semoga saya bisa amanah. amin

Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...