Skip to main content

H

kamu maju beberapa langkah di depanku..

disaat  masa lalaiku

disaat  masa krisisku...




kawan, membuat aku tersadar... sudah berapa lama aku terdiam ??

membusuk diantara rutinitas yang santai, senang, dan sama pada setiap harinya ini...


 aku sedang duduk santai di tengah sore 
saat kau berjuang dengan sepenuh raga untuk mimpimu


aku sedang menikmati icecream favoriteku
saat kau bersimpuh dihadapanNya 

kawan..
aku lupa....

kawan
aku lalai

kawan
aku malu..

aku lupa..... akan semua tujuan ku untuk hidup



kawan, bolehkah aku iri kepadamu...

iri akan segala sifat tenang dan damaimu...

iri akan segala kecantikan hatimu...

iri dengan semangatmu


kawan
peluk aku sebentar saja....
pinjam bahumu.... sekejap..

aku ingin menangis...


kawan... terimakasih... terimakasih....


telah menyadarkan aku yang lalai ini....
terimakasih... telah mengingatkanku...




kawan.... ayo kita berlomba untuk mencapai garis finis...

genggam tanganku...

agar aku ikut terseret ketika kau berlari...

agar aku selalu menyamai langkahmu..





kawan, karena Allah

aku menyayangimu...




ayahmu di surga pasti bangga memiliki putri manis sepertimu... :')


Comments

Popular posts from this blog

Pah.....

"Alin, tahun berapa alin lulus ?", tanya lelaki itu. pertanyaan ini bukan pertama atau yang kedua kalinya.. pertanyaan ini udah sering aku dengar... dan jawabanku juga masih tetap sama "insyaAllah pah, april 2015 udah kelar profesi" entahlah.. selalu ada satu rasa yang sangat berat dalam pertanyaan itu.. rasa lelah yang tak pernah terungkapkan.. rasa lelah yang selalu disimpan rasa lelah yang seringkali terabaikan... dan selalu ada satu janji pada kata "april 2015" selalu ada harapan dalam kata "april 2015" seperti angin yang ditunggu oleh orang yang penuh peluh seperti air untuk orang yang tercekik karena haus ataupun seperti tidur siang untuk orang yang kelelahan.. Pah... insyaAllah.... hari pada "april 2015 adalah hari dimana penyerahan "beban" yang selama ini kau pikul di bahumu ke bahuku... hari dimana pergantian posisi tertinggi untuk bertanggung jawab atas nama "keluarga" hari itu, tak ...

pasrah hingga titik terendah

ujian tulis kukerjakan semampuku.. sekuatku.. kuhabiskan 3 lembar folio full selama satu setengah jam bersama kurang lebih 7 peserta lain yang  juga lolos.. dengan tulisanku yang percayalah lebih rapih dan terbaca tulisan anak tk (kajurku pernah berkata demikian) aku menyelesaikan lebih cepat 10 menit dari waktu yang telah ditentukan.. bukan apa-apa, aku ingin mengantri wawancara lebih cepat karena aku ada kuliah.. pewawancara duduk persis dihadapanku.. sial, tidak ada meja yang menjadi pembatas diantara kita ku yakin interviewer itu telah melihat kaki ku yang tidak bisa diam, dia pasti telah menangkap ke-nervous-an ku.. saat sesi wawancara kujawab semampuku dan sejujur-jujurnya jawabanku.. ketika penutupan sang interviewernya bertanya "bagaimana bila Anda tidak lolos dalam tahapan ini karena mungkin ada peserta yang jauh lebih baik dari Anda?" dengan simpel aku jawab "berarti bukan rejeki saya pak" setelah itu aku mendadak lemas *** yaTuhan,...